Apraksia Orofasial
orofacial apraxia
Ringkasan Singkat
Ketidakmampuan untuk melakukan gerakan wajah dan mulut secara sengaja meskipun kekuatan otot tetap normal.
Apraksia orofasial (juga disebut apraksia bukkofasial) adalah gangguan neurologis di mana seseorang tidak dapat melakukan gerakan terampil dengan otot-otot wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan atas perintah, meskipun mereka dapat melakukannya secara spontan. Misalnya, pasien mungkin tidak bisa menjulurkan lidah saat diminta, tetapi dapat melakukannya secara otomatis saat membasahi bibirnya.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kerusakan pada belahan otak kiri, sering kali bersamaan dengan afasia Broca. Rehabilitasi biasanya melibatkan terapi wicara dan latihan motorik mulut untuk membantu otak memetakan kembali jalur saraf yang diperlukan untuk kontrol motorik yang disengaja.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Bickerton, W. L., et al. (2012). Orofacial apraxia and its relationship to speech production.
- Heilman, K. M., & Valenstein, E. (2011). Clinical Neuropsychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.